Hendri Cen Melawan Hoaks Sawit Boros Air

Teks Foto: Ini adalah kolam air di kebun sawit milik Hendri Cen petani sawit yang juga pengurus pusat DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE). Temuan air yang melimpah di kebun sawit ini sekaligus juga bisa sebagai bantahan terhadap fitnah dan hoaks yang menyebutkan tanaman sawit boros air. (Foto dokumentasi Hendri Cen)

SAMADE – Kita semua pasti pernah mendengar hoaks dan fitnah yang menyebutkan bahwa tanaman sawit boros air, tanaman sawit bisa mengakibatkan kekeringan, tanaman sawit bahkan bisa membuat sebuah sungai kering kerontang dalam jangka waktu tertentu.

Hoaks dan fitnah itu dilontarkan oleh para kompetitor dan oknum antisawit, baik yang ada di dalam maupun di luar negeri.

Mengutip laman Elaeis.co, Kamis (22/7/2021), disebutkan para tukang fitnah dan penyebar hoaks itu kerap melontarkan tudingan tak berdasar terhadap kelapa sawit.

Salah satunya, komoditas sawit tersebut dicap sangat rakus air sehingga mengakibatkan lahan menjadi tandus. Celakanya, banyak orang yang percaya begitu saja tanpa menelisik kebenaran ilmiahnya.

Hendri Cen, seorang petani sawit di Provinsi Riau, cukup geram melihat kondisi itu. Sebab, fakta yang dia temukan justru berbanding terbalik dengan fitnah yang diumbar para pembenci sawit.

“Kebun sawit saya di Pulau Birandang, Kecamatan Kampar Timur, Kabupaten Kampar, justru punya deposit air yang cukup banyak,” kata pengurus DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) itu.

Saat melakukan peremajaan tanaman sawit yang sudah berusia di atas 20 tahun baru-baru ini, Hendri mencari sumber air untuk menyiram bibit sawit.

Dengan menggunakan alat berat, dia dibantu sejumlah pekerja menggali lahan seluas 20×15 meter. “Letak kebun sawit saya agak di atas bukit. Orang pasti berasumsi pasti sulit dapat air,” katanya.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. “Baru satu kali galian, sekitar kedalaman 6-7 meter, sudah ketemu air. Padahal taksiran kami tadinya mungkin butuh tiga kali galian baru dapat air,” ungkapnya.

Yang membuat ia takjub, air terus bertambah pada keesokan harinya. “Hingga siang harinya ketinggian air naik sampai tiga meter ke atas,” bebernya.

Fakta itulah yang membuat dia yakin bahwa sawit justru menyimpan air.

“Lah, umur tanaman sawit saya itu sudah 20 tahunan. Kalau pakai logika mereka, seharusnya air di kebun saya sudah habis kan? Nyatanya, malah air di kolam bertambah terus,” pungkasnya.

Leave a Comment