Kabar Baik bagi Petani, Harga CPO Kembali Pulih

Teks Foto: Ketua Umum DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE), Tolen Ketaren, mengingatkan para petani sawit untuk tidak terlena dengan kenaikan harga TBS yang merupakan imbas dari kenaikan harga CPO di pasar global. (foto pribadi)

SAMADE – Setelah sempat terkaoreksi beberapa hari terakhir, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mulai pulih kembali. Diperkirakan pekan ini harga CPO ngegas lagi dan bisa berpengaruh positif ke peningkatan harga tandan buah segar (TBS) produksi petani sawit swadaya.

Dari laman CNBCIndonesia.com yang diakses SAMADE, Minggu (14/11/2021), disebutlan harga CPO mencoba kembali menembus level MYR 5.000/ton.

Sepanjang minggu ini, harga CPO di Bursa Malaysia naik 1,13% secara point-to-point. Membaik ketimbang pekan sebelumnya yang anjlok 2,9%.

Southern Peninsula Palm Oil Millers’ Association (SPPOMA) melaporkan produksi CPO Malaysia pada 1-10 November diperkirakan turun 3,8% dibandingkan periode yang sama sebulan sebelumnya. Sementara pada periode 1-5 November, produksi diperkirakan turun hingga 18%.

“Ada tanda-tanda penurunan produksi pada November. Ini karena panen terbatas dan curah hujan tinggi,” kata Adrian Kok, analis di Kenanga Investment Bank, seperti diberitakan Reuters.

Kok memperkirakan total produksi CPO Malaysia pada bulan ini turun 3,8% menjadi 1,66 juta ton. Sementara stok pun diperkirakan berkurang 2,9% ke 1,78 juta ton.

Dilandasi oleh keterbatasan pasokan, pasar memperkirakan ruang kenaikan harga CPO masih terbuka. Bukan tidak mungkin harga komoditas ini akan kembali ke level MYR 5.000/ton.

“Kami memperkirakan harga CPO akan mantap bergerak di kisaran MYR 4.000-5.000/ton bulan ini. Penyebabnya adalah produksi yang tidak optimal akibat keterbatasan pekerja,” tulis Ivy Ng, Regional Head of Plantations Research CGS-CIMB dalam risetnya.

Tolen Ketaren selaku Ketua Umum DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) menanggapi positif sinyalemen kenaikan harga CPO tersebut.

Sebab, seperti yang sudah diprediksi banyak pihak, kalau harga CPO di pasar global meningkat, maka harga TBS produksi petani sawit juga akan terkerek naik.

Tetapi ia mengingatkan para petani sawit di seluruh Indonesia, apa pun penyebab kenaikan harga CPO yang berimbas pada kenaikan harga TBS, para petani sawit jangan bersikap boros.

“Hindari dulu sikap konsumtif, borong ini borong itu. Apalagi harga pupuk saat ini bukannya semakin turun, malah naik terus. Kalau pun mau membelanjakan keuntungan dari hasil penjualan TBS, saran saya gunakan untuk membiayai perawatan kebun sawit masing-masing,” demikian saran Tolen Ketaren.

Leave a Comment