Kader SAMADE Ini Rajin Edukasi Penggunaan Kecambah Sawit Unggulan

Teks Foto: Gundra Irawan selaku Ketua DPD Asosiasi SAMADE Inhu mengantar langsung kecambah sawit berkualitas sekaligus melakukan edukasi penggunaan kecambah berkualitas kepada para petani sawit swadaya. (sumber foto: Elaeis.co/Hamdan)

SAMADE – Salah satu indikasi pembangunan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan adalah masifnya penggunaan kecambah atau benih sawit unggulan di tingkat petani swadaya.

Kriteria kecambah unggulan itu tentu sangat gampang dimengerti, dan yang paling umum adalah berasal dari balai benih yang diakui oleh negara dan memiliki kualitas tertentu.

Dengan demikian kelak mampu menghasilkan tandan buah segar (TBS) berkualitas keren dalam jumlah yang menguntungkan petani.

Lalu, bagaimana caranya agar petani sawit swadaya, terutama yang tergabung dalam Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) tahu dan mau menggunakan kecambah berkualitas?

Tentu saja harus ada edukasi dan promosi, baik yang dilakukan orang per orang di SAMADE atau secara kelembagaan atau bisa juga dikerjasamakan dengan pihak balai benih.

Nah, salah satu kader SAMADE yang gencar melakukan edukasi dan promosi penggunaan benih berkualitas itu adalah Gundra Irawan, Ketua DPD SAMADE Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau.

Seperti dilansir Elaeis.co, Sabtu (8/1/2022), Gundra Irawan mengaku seluruh pengurus SAMADE Inhu bahkan kewalahan melayani pesanan kecambah sawit unggul.

Ia mengakui minat petani menanam sawit di kalangan petani melonjak seiring naiknya harga TBS. Untuk itu pihaknya terus berusaha memberikan yang terbaik agar petani mendapatkan bibit kelapa sawit unggul.

“Keteteran juga karena pemesanan bibit di awal tahun 2022 ini meningkat pesat. Tapi kami akan memperjuangkannya demi petani,” katanya.

Menurutnya, para petani ingin kecambah dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan bisa didapat pakai jalur SAMADE agar kualitasnya terjamin. “Kami langsung memesan ke PPKS Medan,” sebutnya.

Di awal tahun ini saja pesanan kecambah sudah mencapai sekitar 7.000 butir. Akhir tahun lalu pesanan mencapai 12 ribu butir dan sudah disalurkan semua.

“Ini belum pertengahan bulan, petani yang memesan kecambah sudah banyak. Hingga akhir Januari pasti bertambah terus. Semua akan kami layani sesuai permintaan petani. Sistem di SAMADE adalah saling membantu,” tambahnya.

Saat ini tim SAMADE masih merekap pesanan petani, jika kuato sudah terpenuhi maka berkas pengajuan kecambah segera dikirim ke PPKS Medan agar bisa secepatnya disalurkan ke petani.

“Saya selalu menekankan, terutama seluruh anggota SAMADE, gunakan kecambah yang berkualitas. Supaya produktivitas kelapa sawit meningkat, bisa menyamai produksi korporasi,” tutupnya.

Leave a Comment