Kebun Sawit Punya Tiga Jurus Perlindungan Tanah dan Air

Teks Foto: Beruntunglah bapak dan ibu yang punya perkebunan sawit. Sebab, ternyata, menanam sawit sama dengan memelihara keberadaan tanah dan air yang ada di sekitar perkebunan sawit. (sumber foto: internet)

SAMADE – Tanaman kelapa sawit ternyata sangat mencintai tanah dan air yang ada di dekatnya. Saking cintanya, bahkan tanaman sawit punya tiga jurus untuk memberikan perlindungan terhadap tanah dan air.

Laman palmoilina.asia yang diakses SAMADE, Jumat (16/7/2021), menyebutkan perkebunan kelapa sawit memiliki tiga jurus atau mekanisme yang secara sinergis bisa berfungsi dalam melindungi tanah dan air.

Ketiga mekanisme tersebut yakni mekanisme struktur dan naungan kanopi (canopy land cover), mekanisme tata kelola lahan kebun sawit, dan mekanisme sistem perakaran kelapa sawit.

Pertama, mekanisme struktur pelepah daun pohon kelapa sawit yang berlapis-lapis mampu menaungi lahan (land cover) mendekati 100 persen.

Selain berfungsi sebagai fotosintesis kelapa sawit, juga berfungsi melindungi tanah dari pukulan langsung air hujan.

Jika hujan datang, air hujan tidak langsung mengenai tanah namun terlindungi oleh struktur pelepah daun yang berlapis-lapis tersebut.

Kedua, pengelolaan lahan dalam budidaya kelapa sawit dapat melestarikan tanah dan air. Standar kultur teknis kebun sawit, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan tanaman menggunakan asas-asas konservasi tanah dan air.

Mulai dari zero/minimum tillage, penanaman tanaman pelindung pada masa pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (umur 0-4 tahun), pembuatan sistem teras pada lahan miring, pembuatan piringan/tapal kuda.

Lalu, penempatan pelepah tua (pruning) sebagai guludan bahan organik pada gawangan, pengembalian tandan kosong dan limbah cair ke lahan dan lainnya merupakan bagian dari mekanisme konservasi tanah dan air kebun sawit.

Ketiga, sistem perakaran serabut pohon kelapa sawit dewasa yang massif, luas, dan dalam dapat mencapai radius 4 meter sekeliling pangkal dan dengan kedalaman sampai 5 meter di bawah permukaan tanah yang membentuk pori-pori mikro dan makro tanah yang dapat disebut biopori alamiah.

Biopori alamiah sawit tersebut banyaknya berada pada sekitar/dekat pangkal pohon sawit dan dapat meningkatkan kemampuan lahan kebun sawit dalam menyerap/menahan air melalui peningkatan penerusan air hujan ke dalam tanah sehingga mengurangi aliran air permukaan dan menyimpan cadangan air di dalam tanah.

Semakin banyak biopori alamiah sawit, maka semakin tinggi pula laju infiltrasi air permukaan tanah mengisi biopori sehingga erosi tanah makin terkendali.

Ketiga mekanisme konservasi tanah dan air tersebut terikat dan menyatu (built-in) pada tanaman dan kebun sawit, sehingga dengan mengelola kebun sawit untuk tujuan ekonomi, juga sekaligus mengelola ketiga konservasi tanah dan air tersebut.

Selain itu, ketiga mekanisme konservasi tanah dan air kebun sawit tersebut berjangka panjang sama dengan umur ekonomi kebun sawit yang rata-rata 25 tahun.

Dengan demikian perkebunan kelapa sawit memiliki sistem konservasi tanah dan air. Bahkan tanaman kelapa sawit memenuhi syarat sebagai tanaman konservasi tanah dan air.

Leave a Comment