Luar Biasa, Pertamina Kembangkan Gas Alam dari Limbah Sawit

Teks Foto: Limbah cair sebuah perkebunan kelapa sawit. PT Pertamina dan tiga perusahaan gas dari Jepang diketahui sedang menjalin kerjasama untuk mengembangkan POME menjadi EBT. (sumber foto: BPDPKS)

SAMADE – Mari sejenak lupakan hiruk-pikuk soal kebijakan pemerintah terkait ekspor minyak sawit yang cenderung haw-haw, tak tahu apa maunya, sehingga malah merugikan petani sawit swadaya.

Mari kita sejenak, iya, sejenak saja, untuk melihat kelebihan dan kemuliaan dari tanaman sawit. Kali ini kita bicara tentang limbah sawit.

Perusahaan minyak dan gas milik pemerintah Indonesia, PT Pertamina, secara diam-diam sedang mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT) dari palm oil mill effluent (POME).

Sebagai informasi, POME ini adalah limbah yang dihasilkan pada industri kelapa sawit terdiri dari limbah padat, cair, dan gas.

Nah, menurut laman ofimagazine.com, sebuah media khusus minyak nabati dan lemak dari Inggris, justru berhasil mengungkap upaya Pertamina dalam pengembangan POME menjadi EBT.

Disebutkan, Pertamina telah bekerja sama dengan tiga perusahaan gas Jepang untuk melakukan studi kelayakan produksi bio-metana dari limbah pabrik kelapa sawit (POME) dan potensinya untuk menghasilkan gas alam cair (LNG) di Indonesia.

Tiga perusahaan asal Jepang itu adalah Osaka Gas, JGC Holdings Corporation (JGC), dan Inpex Corporation (Inpex). Bersama Pertamina, tiga perusahaan gas itu akan melakukan studi kelayakan proyek.

Termasuk kerjasama dalam penelitian dan pengembangan teknologi dan solusi terkait produksi bio-metana dari sumber POME yang berlokasi di dua pulau besar yakni Sumatera dan Kalimantan.

Nantinya, bio-metana yang dihasilkan akan disalurkan melalui jaringan gas Pertamina, kata perusahaan.

“Selain mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), kerjasama ini akan membantu mengatasi tantangan lingkungan… dengan mengubah limbah kelapa sawit menjadi energi ramah lingkungan,” kata Heppy Wulansari.

Perempuan cantik dan cerdas ini adalah Pejabat Sementara (Pjs) Wakil Presiden Humas PT Pertamina. Sebagai bagian dari kemitraan, Pertamina akan menyediakan beberapa fasilitas dan lokasi studi di Kalimantan dan Sumatera.

Kerjasama tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gas bumi dari sektor industri dan rumah tangga serta memperluas pengembangan jaringan gas bumi perusahaan, kata pernyataan itu.

Pertamina mengatakan proyek ini juga akan mengkaji peluang untuk memanfaatkan mekanisme kredit karbon dan skema sertifikasi bio-metana untuk mengamankan netralitas karbon.

Dan di samping itu akan mengkaji peluang pemasaran untuk bio-metana atau bio-LNG dan bahan bakar bungker, termasuk ekspor bio -LNG ke Jepang dan negara lain.

Osaka Gas, melalui merek Daigas Group-nya, akan berkontribusi pada kolaborasi melalui teknologi produksi bio-metana, JGC akan menyediakan kemampuan manajemen dan teknik programnya, dan INPEX akan menjajaki peluang untuk menyediakan solusi bunkering LNG bersih di Terminal LNG Bontang.

Proyek ini merupakan bagian dari Asia Energy Transition Initiative 2 (AETI) yang diluncurkan oleh pemerintah Jepang tahun lalu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

2 Thoughts to “Luar Biasa, Pertamina Kembangkan Gas Alam dari Limbah Sawit”

  1. tk

    Indonesia perlu tehnologi yang mumpuni, agar semua PAO dan POME kita tidak di eksport ke luar, tetapi bisa di manfaatkan untuk kepentingan masyakat indonesia.

Leave a Comment