China Bakal Punya Kebun Sawit Terluas di Dunia

Bagikan:
Teks Foto: Ini adalah perkebunan kelapa sawit di Danzhou, China. Dalam waktu tidak lama lagi, China akan menjadi raksasa perkebunan sawit terbesar di dunia, mengalahkan Indonesia. Bahkan, tidak tanggung-tanggung, setelah melalui serangkaian penelitian, China akan memiliki sawit berkualitas super dan mampu memenuhi kewajiban perkebunan sawit yang berkelanjutan. (sumber foto: rspo.org)

SAMADE – Coba sebutkan, apa saja saat ini yang tidak bisa diciptakan oleh Republik Rakyat China, negara berideologi komunis namun berkarakter kapitalisme negara?

Dari mulai handphone, mobil, kulkas, bahkan bisa kancing peniti bisa diciptakan oleh China. Bahkan, berkat kemajuan teknologi, China kini bisa menciptakan “matahari buatan” untuk memenuhi kebutuhan energi cahaya di malam hari.

Begitu juga dengan tanaman kelapa sawit. Jika Indonesia, juga beserta Malaysia, dengan bangga mengklaim sebagai pemilik lahan perkebunan sawit dan produsen minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar di dunia, maka berhati-hatilah.

Dalam waktu tak lama lagi China akan memiliki perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia, mengalahlkan luas lahan sawit Indonesia dan Malaysia jika disatukan.

Merujuk pada laman rspo.org yang diakses SAMADE, Selasa (27/4/2021), disebutkan luas lahan yang disiapkan China untuk perkebunan sawit itu mencapai 30 juta mu, atau sekitar 2 juta hektar.

Menurut laman gowebtool.com, mu adalah satuan luasan yang dipakai di China. 1 mu sama dengan 666.66666666667 meter persegi.

China benar-benar serius dalam pengembangan tanaman kelapa sawit. Jika selama ini diklaim kalau sawit tidak akan tahan cuaca dingin, menurut laman rspo.org itu, China bahkan sudah mampu menciptakan varietas sawit yang tahan dingin. Varietas itu bahkan tanpa biji.

Kenapa China ngotot untuk mengembangkan sawit? Karena China tak mau lagi jadi negara pengimpor CPO terbesar kedua di dunia. Tahun 2020 lalu China bahkan harus mengimpor lebih dari tujuh juta ton CPO, termasuk dari Indonesia.

Pengembangan tanaman sawit di China ini dilakukan oleh para peneliti yang tergabung dalam Pusat Penelitian Karet (PPK).

Nah, PPK ini tergabung pula dalam lembaga induk yang bernama Lembaga Penelitian Budidaya Pertanian Tropis di Grup Pimpinan untuk Adaptasi Regional dan Percobaan Penanaman Varietas Kelapa Sawit RRC.

Para peneliti China menggunakan lahan pembibitan seluas 660 mu di Danzhou, dan menampung 335 varietas plasma nutfah kelapa sawit dengan total 7.168 bibit.

Luo Wei selaku Wakil Direktur Rubber Research Institute dan Dr Zeng Xianhai selaku Ketua Tim Penelitian dan Kantor Kerjasama Penanaman Ujicoba Kelapa Sawit mengungkapkan bahwa mereka telah berhasil menciptakan sekumpulan bahan plasma nutfah dengan hasil tinggi.

Ia merinci, sawit yang berhasil diciptakan China yakni berondolan tanpa biji, punya kandungan asam lemak tak jenuh yang tinggi, tanaman sawit tumbuh pendek, dan berbuah panjang.

Selain itu, bahan plasma nutfah spesifik lainnya telah dievaluasi dan disaring agar tercipta sawit yang lebih berkualitas dan sebagai dasar bagi pengembangan industri sawit dengan segala varietas di China.

Sejumlah wilayah di China seperti di Provinsi Hainan, Yunnan, Fujian, Guangdong, dan Provinsi Guangxi, diproyeksikan akan menjadi areal penanaman kelapa sawit secara massal dalam beberapa tahun ke depan.

Varietas Baru Disetujui
China tidak hanya berkutat pada penelitian tanpa praktek. Pada tahun 2019, setelah hampir dua dekade penanaman percobaan dan dengan dukungan Kementerian Pertanian dan Pedesaan, China dengan percaya diri telah melepas varietas kelapa sawit yang baru, yakni “ElaeisGuineensisJacq.Reyou No.4”.

Varietas ini telah disetujui dan didaftarkan ke Komite Nasional untuk Tanaman Tropis China. Varietas baru ini akan ditanam dalam skala yang masif di Provinsi Hainan.

Varietas ini diklaim memiliki hasil yang maksimal, stabil dan potensi adaptasi yang luas, ketahanan yang kuat terhadap angin dan kekeringan.

Setahun berikutnya, tahun 2020, China kembali melepas varietas “ElaeisGuineensisJacq.Reyou No.6” dan ditanam di Hainan, serta sejumlah wilayah lain di China yang beriklim tropis atau agak kering.

Varietas ini diklaim berhasil menghasilkan minyak tahunan lebih dari 200 kilogram (kg) per mu.

Varietas khusus ini telah diteliti dan dikembangkan selama 20 tahun, memiliki kualitas yang tinggi, pembungaan dan pembuahan awal yang baik, hasil tinggi dan stabil, dan kekeringan yang kuat dan tahan angin, juga membuatnya cocok untuk ditanam di Pulau Hainan. dan wilayah lain dengan iklim serupa di seluruh China.

Lalu, yang tidak kalah mengheboshkan, China kini juga varietas sawit tanpa biji yang disederhanakan. Varietas ini diberi nama “ElaeisGuineensisJacq.Reyou No.40”, dan sudah ditanama di di Guangdong, Hainan, dan lokasi lainnya.

Varietas ini, selain berkualitas tinggi, juga tahan dingin. Dengan demikian, China telah berhasil mematahkan mitos kalau sawit tidak bisa ditanam di daerah yang dingin.

Jika sudah begitu dahsyatnya kemajuan China dalam pengembangan tanaman kelapa sawit, masihkah kita berleha-leha? Jika abai, mungkin dalam waktu beberapa tahun ke depan Indonesia akan kehilangan pasar ekspor CPO terbesar ke dua di dunia.

Pemerintah,pengusaha, pen eliti, dan petani sawit harus sejalan agar sawit kita mampu diserap, plus dengan menciptakan berbagai produk turunannya agar tetap tercipta pasar yang stabil.

Bertita Terkait

4 Thoughts to “China Bakal Punya Kebun Sawit Terluas di Dunia”

  1. Enda Arifin Zulkarnain Siregar

    Indonesia akan segera sempurna sebagai negara konsumen dan pasar eksport terbesar didunia

  2. Donald

    Ralat : 30 juta mu = 2 juta hektar, bukan 200 juta hektar.

  3. Derom Bangun

    Perlu dikoreksi cara mengkonversi luas tanaman yang diproyeksikan. Jika 1 mu sama dengan 6606.6666666667 M2 itu berarti sama dengan 2/30 hektar.
    Jadi 30 juta mu = 2 juta hektar dan bukan 200juta hektar.

  4. terimakasih atas saran yang Bapak-bapak berikan. segera diperbaiki. Maaf kalau lama merespon dikarenakan website mendapatkan masalah selama beberapa waktu. Terimakasih ya atas saran dan kritikannya bapak-bapak

Leave a Comment