Tolen Ketaren Kampanyekan Boikot Kraft Heinz

Kraft Heinz meluncurkan produk yang diduga dilakukan dengan cara-cara jahat yang mendiskreditkan minyak sawit berkelanjutan

Riau, SAMADE –  Ketua Umum DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE), Token Ketaren, bersikap keras dan tegas terhadap Kraft Heinz yang terkesan mengkhianati proses bisnis sawit yang berkelanjutan (sustainable palm oil). 


Sebab, melalui produk Kraft Hazelnut Butteryang diluncurkan di Kanada beberapa waktu lalu, Kraft Heinz dengan sangat sengaja dan mencolok menggunakan kata-kata “palm oil free” di produk mereka tersebut 


“Seakan-akan menggunakan minyak sawit adalah dosa. Seakan-akan menggunakan minyak sawit menimbulkan macam-macam di tubuh konsumen. Ini sungguh kampanye jahat Kraft Heinz. Kita, seluruh stakeholder sawit, harus melawan cara-cara jahat Kraft Heinz ini,” kata Tolen Ketaren, Sabtu (8/8/2020).


Karena itu, Tolen Ketaren mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memboikot semua produk-produk Kraft Heinz yang dipasarkan di Indonesia. 


Tolen merasa aksi boikot terhadap produk-produk Kraft Heinz wajar dilakukan karena sikap perusahaan tersebut sangat menyakitkan bagi industri sawit di dunia, termasuk bagi para petani sawit swadaya yang tergabung dalam Asosiasi SAMADE.


“Selain itu, yang menyakitkan dari sikap Kraft Heinz ini adalah, bahwa perusahaan ini setahu saya sudah tergabung dalam RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Artinya, pastilah Kraft Heinz tahu bagaimana mengedukasi konsumen bahwa minyak sawit sehat,” kata Tolen.


Tolen sendiri tidak mau terlibat dalam polemik apakah Kraft Heinz di Indonesia sama dengan yang di Kanada. “Oh, kalau itu saya tidak mau tahu. Setahu saya, nama mereka sama, merek dagang juga sama. Tolong jangan bersembunyi di balik teknis administratif kepemilikan saham. Apapun ceritanya, Kraft Heinz harus bertanggungjawab terhadap kampanye sesat mereka soal sawit berkelanjutan melalui produk mereka,” tegas Tolen Ketaren. (hen/samade)

Related posts

Leave a Comment