Pak Jokowi, Ini Mau Lebaran. Jangan Sengsarakan Petani Sawit Swadaya, Pak!

Teks Foto: Kicauan petani sawit swadaya di Riau, Bapak Armefri K, yangmengeluhkan kebijakan Presiden Jokowi yang bakal melarang ekspor CPO dan migor. Rencana itu ia nilai sudah menghancurkan harga TBS bahkan sebelum dilaksanakan. (sumber foto: tangkapan layar)

SAMADE – “Semoga Pak Presiden @jokowi segera merevisi kebijakan ini, Bapak Menteri Perdagangan @MendagLutfi tolong kami Pak, petani sawit kecil. Mau Lebaran harga TBS sudah anjlok 50%”.

Itulah curahan hati (curhat) dari Armefri K, seorang petani sawit swadaya di Provinsi Riau, melalui akunnya di Twitter.

Ia menuliskan hal itu sebagai respon atas kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bakal melarang ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dan minyak goreng (migor) mulai Kamis (28/4/2022) hingga waktu yang tidak ditentukan.

Suara senada disampaikan Tolen Ketaren melalui akunnya di Twitter @Tolen53966954.

Ketua DPP Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) ini langsung merespon pidato Presiden Jokowi soal pengumuman larangan ekspor CPO tersebut.

Teks Foto: Ketua Umum DPP Asosiasi SAMADE, Tolen Ketaren, merespon pidato Presiden Jokowi. Ia menilai rencana kebijaan Presiden Jokowi bahkan telah menghancurkan harga TBS sebelum kebijakan itu sendiri diterapkan. (sumber foto: tangkapan layar)

“Hari Sabtu tanggal 23 April harga TBS petani turun Rp 1.200/kg. Kebijakan Bapak Presiden harus dikaji ulang, Pak. Ingat, bahwa pengusaha enggak mau rugi, yang ditekan tetap petani,” kata Tolen dalam kicauannya tersebut.

Keluhan soal sikap pengusaha dan toke sawit yang langsung menurunkan secara drastis harga pembelian TBS akibat rencana Presiden Jokowi tersebut terus disuarakan para petani sawit swadaya.

Ardiyansah Saragih, Ketua DPD SAMADE Kabupaten Serdang bedagai (Sergai), Sumatera Utara, bahkan sampai bingung kenapa dalam hitungan jam harga pembelian TBS di Ram (toke sawit) atau PKS turun drastis.

Syarifuddin tanjung, Ketua SAMADE Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) bahkan sedih ketika harga TBS per 23 April 2022 turun drastis dari Rp 3.000-an per kg menjadi Rp 2.995/kg, lalu sehari kemudian, Minggu (24/4/2022), menjadi Rp 1.995/kg.

Di Provinsi Sumatera Selatan sama juga parahnya. Bahkan ada pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengumumkan perubahan harga TBS berulangkali dalam dua hari terakhir.

Semua PKS itu, seperti kata Ketua Umum DPP SAMADE Tolen Ketaren, tak mau menanggung rugi jika kebijakan Presiden Jokowi jadi diterapkan.

Karena itu, mungkin PKS-PKS itu berprinsip, sebelum kebijakan Presiden Jokowi itu diterapkan dan merugikan pengusaha, sebaiknya tekan saja harga TBS petani sawit swadaya.

“Duh, Tuhan Yang Mahaesa, tolonglah kami. Hanya kepada-MU kami bersandar dan meminta tolong. Tolong ketuklah hati nurani Presiden Jokowi agar membatalkan rencana kebijakan pelarangan ekspor CPO dan migor, karena sesungguhnya kamilah yang disengsarakan oleh kebijakan itu.”

Leave a Comment