SAMADE Provinsi Aceh Sangat Serius Menjalankan Program PSR

Teks Foto: Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) diikuti dengan sangat serius oleh DPW Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Provinsi Aceh. (sumber foto: SAMADE Aceh)

SAMADE – Keseriusan DPW Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Provinsi Aceh dalam menjalankan program peremajaan sawit rakyat (PSR) patut diacungi jempol. Bahkan, sejauh ini, SAMADE Aceh telah mampu membawa para petani sawit swadaya di Aceh memasuki tahap demi tahap program PSR.

Dikutip dari laman Elaeiis.co, Sabtu (20/11/2021), disebutkan kalau ratusan petani sawit swadaya yang tergabung dalam SAMADE Aceh akan mengikuti Program PSR untuk tahap yang ke empat. Total luas lahan yang akan ikut PSR kali ini adalah 569 hektar.

“Lahannya tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Jumlah petani yang ikut sebanyak 243 orang,” kata Ketua DPW SAMADE Aceh, H Nasaie, di Medan, Jumat (19/11/2021) sore.

Karena para petani sawit itu ada di Aceh barat, Nasaie menyebutkan, maka secara administratif DPD SAMADE Aceh Barat pimpinan Hasan Basri yang akan menjalankan program PSR tahap ke empat tersebut.

Nasaie menjelaskan, keikutsertaan para petani SAMADE dilakukan melalui Koperasi Produsen Makmur Tani Indonesia (KPMTI).

Ia sendiri sengaja datang ke Medan, ibukota Provinsi Sumatera Utara, untuk memproses pengadaan bibit sawit berkualitas di kantor Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) di Jalan Brigjen Katamso Medan.

“Sudah sejak hari Kamis (18/11/2021) saya di Medan. Hari ini saya pulang,” kata Nasaie.

Selain anggota SAMADE Aceh Barat, Nurdin, Kepala Seksi Perbenihan Dinas Perkebunan Aceh Barat, Syamsul Bahri S.Hut, juga ikut dalam kunjungan itu.

Tak hanya ke kantor PPKS, mereka juga melakukan pengecekan ke penangkar benih CV Bumi Mitra yang ada Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. “CV Bumi Mitra adalah penangkar resmi bibit sawit produksi PPKS Medan,” jelasnya.

Nasaie mengaku terharu sekaligus bahagia karena sejauh ini sudah lebih 1.500 hektar kebun petani sawit di Aceh Barat yang jadi peserta program PSR.

“Tahap pertama 900 hektar, lagi dikerjakan. Tahap ke dua 285 hektar dan sudah siap PSR. Yang ke tiga 525 hektar, juga lagi dikerjakan. Yang pertama dan ketiga masih proses pengerjaan karena petani yang ikut cukup banyak,” tegasnya.

Leave a Comment