Tanaman Reboisasi Justru Boros Air Dibanding Sawit

SAMADE – Anda tahu arti kata reboisasi? Reboisasi adalah penanaman kembali kawasan hutan yang telah mengalami penggundulan. Nah, sejumlah pihak sering melakukan reboisasi dan menanam beragam jenis pohon seperti tanaman pinus, akasia, sengon, bambu, lamtoro, dan lainnya.

Namun tahukah Anda, ternyata beragam jenis pepohonan itu sangat boros air, apalagi bila dibandingkan dengan tanaman kelapa sawit.

Ini bukan saya yang ngomong, juga bukan SAMADE. Informasi ini justru disampaikan sejumlah peneliti yang melakukan penelitian terkait kebutuhan air berbagai tanaman.

Menurut laman wartaekonomi.co.id yang diakses SAMADE, Sabtu (17/7/2021), disebutkan bahwa penelitian ini sudah dilakukan sejak lama oleh para ahli.

Pasalnya, jauh sebelum perkebunan sawit di Indonesia berkembang, dengan menggunakan indikator evapotranspirasi tanaman, Coster (1938) menemukan bahwa tanaman bambu dan lamtoro tergolong boros air.

Bambu bahkan membutuhkan sekitar 3.000 mm air per tahun. Kemudian disusul tanaman akasia 2.400 mm per tahun, sengon 2.300 mm per tahun. Sementara Pinus dan Karet sekitar 1.300 mm per tahun.

Lalu, bagaimana dengan tanaman sawit? Dari hasil penelitian, ternyata sawit hanya butuh air sebanyak 1.104 mm per tahun.

Jika dilihat porsi curah hujan yang dimanfaatkan kelapa sawit, Pasaribu dkk (2012) menemukan bahwa persentase curah hujan yang digunakan oleh perkebunan kelapa sawit yakni sebesar 40 persen dari curah hujan tahunan.

Persentase tersebut lebih kecil apabila dibandingkan dengan Mahoni yang sebesar 58 persen dan Pinus yakni sebesar 65 persen.

Selama ini tanaman pinus, akasia, dan sengon populer dijadikan tanaman hutan baik dalam program reboisasi maupun hutan tanaman industri. Tanaman kehutanan tersebut ternyata relatif boros menggunakan air.

Sementara tanaman sawit yang selama ini dituduhkan boros air, ternyata jauh lebih hemat dibandingkan tanaman hutan tersebut. Bahkan sawit juga lebih hemat air dibandingkan dengan tanaman karet.

Berdasarkan hasil penelitian para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa kebun sawit justru termasuk tanaman yang relatif hemat menggunakan air dibandingkan tanaman hutan maupun tanaman karet.

Tidak hanya hemat air, tanaman sawit yang sistem perakarannya serabut dan masif membentuk biopori alamiah yang berfungsi menyimpan air dan bahan organik yang berguna bagi tanah.

Leave a Comment